Juamt (15/11) AOI mengunjungi Rumahku Hijau, dalam rangka koordinasi pengembangan kerja sama, sekaligus untuk lokasi studi banding petani Pulosari. Dalam pembelajaran pertanian organik tentu saja selain dari menginginkan tanah menjadi lebih subur para petani organik di Pulosari ingin menambah relasi pasar lebih jauh dan berkembang dibanding dengan yang saat ini sedang terjadi di Pulosari.
Keterbukaan Rumahku Hijau Sukabumi menjadi jangkauan pertama para petani organik di Pulosari. Mereka antusias ingin menerima dan duduk bersama untuk saling berbagi tentang penyelesaian masalah di setiap lahan yang mereka garap. Menurut mereka (Petnai organik Pulosasi) dengan adanya studi banding , tidak hanya meningkatkan rasa keingintahuan lebih tentang pertanian organik, tetapi mereka bisa langsung belajar secara langsung cara berbudidayanya.

Persiapan Restorasi dan Pembersihan Demplot Pertanian Organik
Minggu (3/11) AOI bersama dengan ibu-ibu dari Kiara Beres dan Nanggerang melakukan pembersihan dan perawatan bibit untuk restorasi. Bersamaan kami memberikan tag seperti nomer, tanggal dan nama pada setiap bibit yang telah disiapkan.
Para ibu-ibu belajar tentang pentingnya sebuat catatan dan pemberian informasi (tag) pada setiap bibit, karena ini menjadi jejak tentang umur pada setiap bibit, mengingat setiap bibit didapatkan dihari yang berbeda-beda.
  
Pada siang hari nya, setelah menyelesaikan pemberian tag pada bibit restorasi, kami langsung melanjutkan aktifitas ke dempot pembelajaran pertanian organik. Kami melakukan pembersihan bedengan dan penanaman daun bawang. Pada aktifitas kedua ini ibu tidak banyak bertanya tentang aktifitas ini, mengingat kegiatan ini sering mereka lakukan dilahan mereka sendiri. Namun demikian mereka tetap bersemangat dalam belajar bertani organik mengingat banyak hal yang mereka pikirkan dan praktekan di lahan mereka setelah pelatahin pertanian organik selesai mereka ikuti.

