Menguatkan Petani,
Membangun Sistem Pangan Berkelanjutan
Mendorong transformasi sistem pangan melalui pengembangan praktik pertanian berkelanjutan dan adaptasi perubahan iklim. Pendekatan dilakukan bersama organisasi petani, dengan penguatan pengetahuan, akses pasar, sistem penjaminan partisipatif, serta pengembangan generasi muda di bidang pertanian.
Mengapa Transformasi Sistem Pangan Dibutuhkan?
Petani kecil menghadapi berbagai tantangan. Transformasi menuju pertanian berkelanjutan menjadi penting untuk memulihkan kesehatan ekosistem sekaligus memperkuat kemandirian dan kesejahteraan petani.
Dari Lahan, Pasar, hingga Regenerasi Petani Muda
Tiga pendekatan utama yang kami kerjakan mulai dari praktik pertanian berkelanjutan dengan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, penguatan akses pasar, serta pengembangan kepemimpinan petani muda.
Pertanian Berkelanjutan
Akses Pasar
Petani Muda
Belajar dan Bertumbuh dari Tiga Wilayah
Program dilaksanakan di tiga wilayah dengan karakteristik, potensi, dan tantangan pertanian yang berbeda. Pendekatan dikembangkan bersama organisasi petani dan pemangku kepentingan lokal agar dapat menjadi pembelajaran yang relevan bagi setiap wilayah.
Sumatera Utara - Langkat
Bersama Kelompok Wanita Tani Lestari Alam dan Kelompok Petani Peduli Lingkungan (PPL) mengembangkan praktik pertanian berkelanjutan pada komoditas padi.
Jawa Tengah – Wonogiri
Bersama Kelompok Agro Lestari dan Kelompok Tani Batang Sirih mendorong praktik pertanian berkelanjutan untuk transformasi pertanian yang tahan perubahan iklim.
Nusa Tenggara Timur – Manggarai Timur
Bersama Kelompok Tani Maring Woja dan Damer mengembangkan pertanian berkelanjutan sesuai dengan kondisi lokal serta memperkuat pengetahuan, kepemimpinan, dan jaringan petani.
Membangun Model, Membagikan Pembelajaran
Pengalaman dari tiga wilayah menjadi ruang belajar bersama untuk mengembangkan praktik pertanian berkelanjutan, memperluas pengetahuan, memperkuat akses pasar, dan mendorong lebih banyak orang muda terlibat dalam tranformasi pangan.