Pentingnya Penjaminan untuk Produk Organik

Untuk mendapat kepercayaan dari konsumen bahwa benar produk kita adalah organik, petani harus bisa memberikan bukti. Bukti dasar yang perlu dimiliki petani atau komunitas adalah adanya Internal Control System (ICS) yang dikembangkan. Dengan ICS ini petani atau komunitas akan bisa menunjukan bukti budidaya pertanian organik kepada konsumen, karena petani memiliki standar organic, catatan budidaya, dan data petani (luasan lahan, komoditi yang dibudidayakan, juga estimasi panen). ICS ini merupakan penjaminan internal kelompok (Self Declair).

Seiring berjalannya trand pemasaran produk organik dan jangkauan pasar yang lebih luas, ternyata diperlukan penjaminan organic dari pihak lain bisa komunitas (PGS) atau pihak ketiga (LSO). Seperti yang dilakukan oleh single farm di Bogor, Jowey Farm. Pada hari sabtu (16/3/2019) AOI berkunjung ke Jowey Farm yang sedang mempersiapkan data-data pendukung (dokumen pendukung) untuk pelaksanaan sertifikasi organic pihak ketiga.

Acep selaku koordinator pelaksana di Jowey Farm menuturkan, bahwa setiap selama ini dia kebun yang dikelolanya telah melakukan pertanian dengan system organik, dan komoditi yang ditanam adalah Kale, Salada Romain, dan Tomat. Selama ini Jowey Farm memasarkan produknya kepada konsumen  yang sudah berlangganan, namun Acep sebagai koordinator pelaksana ingin memasarkan produknya ke jangkauan pasar yang lebih luas.

Jowey Farm
Jowey Farm

Menyiapkan proses sertifikasi organik Acep selalu koordinator pelaksana Jowey Farm tidak hanya menyiapakan dokumen-dokumen pendukung saja, tetapi ia juga sudah menyiapkan kondisi lapangan pertanian sesuai dengan prinsip-prinsip organic. Dimulai dari sumber air, pengolahan kompos, kebersihan kandang, jalur distribusi air, dan pengelolaan libah (sampah). Acep berharap sertifikasi organik dapat berjalan dengan lancar, sehingga Jowey Farm bisa mendapatkan sertifikat organik dari LSO.

Kelompok Tani Harjo
Proses Pendataan Anggota Petani ke ICS Kelompok Tani Harjo untuk Berkomitmen Mengikuti Pertanian Orgnik

Di komunitas lain yaitu Kelompok Tani Harjo – Gilangharjo Yogyakarta mereka mengakses penjaminan organik berbasis komunitas (PGS). PGS yang di inisiasi oleh AOI di Indoensia adalah PAMOR. PAMOR merupakan sistem penjaminan mutu organik partisipatif yang melibatkan produsen sendiri dan pihak lain (pedagang, konsumen, LSM, pemerintah) dalam penilaian dan pengakuan pemenuhan standar organik.

Pada Senin, 18 Maret 2019 kelompok tani harjo mendapatkan sertifikat penjaminan PAMOR dari Unit PAMOR TRUKAJAYA SALATIGA. Komoditi yang mendapat penjaminan PAMOR adalah jenis padi lokal (mentik wangi, IR, dan Mentik Susu) yang dikembangkan oleh 197 petani. Sebelum akses penjaminan PAMOR Kelompok Tani Harjo sudah menerapkan internal control system (ICS) sehingga mereka telah memiliki standar organik, catatan budidaya data petani (luasan lahan, komoditi yang dibudidayakan, juga estimasi panen).

Rencana Penelitian Perbenihan Padi di Tasikmalaya

Pada hari minggu (10/3) AOI berkunjung ke Tasikmalaya yang diwakilkan oleh Mas Lodzi bagian advokasi AOI, yang sebelumnya AOI telah menfasilitasi pertemuan koordinasi untuk perencanaan penelitian terhadap petani padi di wilayah Tasikmalaya tentang sistem perbenihan padi (9-10/3).
Penelitian ini ingin menganalisis sistem pengelolaan atau kelembagaan sosial atas varietas benih padi yang ada, khususnya dalam perspektif gender.
Penelitian dilakukan oleh seorang Mahasiswa S2 Univ. Passau, Jerman sebagai bagian kegiatan indorganic yang efektif dimulai tanggal 11 maret sampai dengan 24 mei 2019. Pertemuan koordinasi dihadiri oleh univ. Passau, AOI, dan Koperasi MSA.

Lalu faktor-faktor utama apa saja yang mempengaruhi sistem perbenihan di Tasikmalaya ?
Dalam hal ini AOI menyediakan asisten peneliti yang akan membantu translasi dalam proses interview dan pengumpulan data dengan dibackup oleh koperasi MSA yang merupakan organisasi di tingkat daerah Tasikmalaya,pembackupan dilakukan terkait akses ke lokasi-lokasi tujuan dan petani yang dilibatkan serta melakukan koordinasi dengan dinas pertanian setempat terkait kedinasan AOI mengirim surat pemberitahuan aktivitas penelitian tersebut kepada dinas pertanian Kab. Tasikmalaya. Riset perbenihan ini bertujuan untuk memotret impact dari ragam bentuk sistem perbenihan (baik informal maupun formal) atas keanekaragaman hayati.
Sebagaimana hilangnya keanekaragaman hayati seperti berkurangnya jumlah varietas benih (sebelumnya terdapat 26 varietas benih sebelum revolusi hijau dan hanya menjadi 9 varietas setelahnya), maka menjadi penting untuk melihat potensi dan kendala-kendala dari kebiasaan dalam manajemen perbenihan yang berbeda. Riset ini ingin mengetahui status quo dari sitem perbenihan di Tasikmalaya.

Apakah petani perempuan lebih banyak menggunakan varietas benih padi tradisional?
Berdasarkan hasil kajian dari tim riset Indorganic bidang ekonomi di Kabupaten Tasikmalaya kebanyakan benih diperjual belikan dalam sistem formal. Maka dalam hal ini penelitian diarahkan untuk melihat faktor – faktor informal dan pengaruhnya, dengan memberi penekanan terhadap varietas benih konvensional dan tradisional beserta faktor-faktor yang mempengaruhi keduanya.

Pameran Organic Food Day Indonesia di London

Produk organik semakin hari semakin diminati banyak orang di seluruh dunia. Kesadaran untuk menjaga kesehatan melalui konsumsi makanan sehat adalah salah satu alasan utama. Minat yang tinggi ini kemudian membuat permintaan produk-produk pertanian organik juga semakin banyak. Hal ini juga yang menjadi salah satu latar belakang Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London, Inggris dalam mengadakan pameran produk pertanian organik bertajuk, “Indonesian Organic Food Day”.

Kegiatan dilakukan pada tanggal 7 Desember 2018. Pada tanggal 6 Desember, dilaksanakan persiapan teknis dan pertemuan dengan Duta Besar Indonesia di Inggris, yaitu Pak Rizal Sukma dan staff KBRI. Acara puncak pada tanggal 7 Desember 2018 adalah talkshow, demo masak dan pameran produk organik dari 9 usaha dan lembaga dari Indonesia yang bergerak dibidang pertanian organik.

ALiansi Organis Indonesia di London

Aliansi Organis Indonesia mendapatkan kesempatan untuk ikut dalam event tersebut, diundang oleh pihak Kedutaan. Acara ini memang dirancang untuk menjadi ruang perkenalan produk pertanian organik Indonesia kepada konsumen pangan dan produk organik di Inggris. KBRI menggandeng AOI, yang kemudian mengajak 3 anggotanya (PETRASA, PMA, Harapan Bersama) sebagai representasi perusahaan dan lembaga pendamping produsen produk pertanian organik di Indonesia. Acara yang mengambil tempat di Hotel Marriot County Hall didatangi kurang lebih 300 orang yang antusias dengan produk pertanian organik. Peserta yang diutus oleh AOI terdiri dari 4 orang, yaitu Stevanus Wangsit sebagai Direktur AOI, Lidia Naibaho yang merupakan anggota DPA AOI dan Sekretaris Eksekutif Yayasan PETRASA, Elsje Mansula dari Profil Mitra Abadi dan Sujonsen dari CV Harapan Bersama. Masing-masing perwakilan membawa produk organik dari lembaga atau perusahaannya, termasuk juga membawa produk dari para anggota AOI lainnya.

Produk yang dibawa adalah produk yang berpotensi untuk ekspor. AOI memamerkan produk madu, gula, beras dan beberapa produk lainnya yang merupakan produksi dari beberapa lembaga seperti KEHATI, KSU Jatirogo dan lembaga lainnya. Lidia Naibaho membawa produk pertanian organik andalan dari Kabupaten Dairi dan produk organik dari yayasan BITRA. Diantara produk yang ditampilkan adalah kopi robusta, kopi arabika, beras merah, beras putih dan andaliman. PMA sendiri membawa beberapa produk turunan, seperti chips buah naga, nangka muda dan salak.

ALiansi Organis Indonesia di London

Sementara Harapan Bersama memamerkan kopi dari beberapa daerah Sumatra Utara dan juga ikut memberikan sampel minuman kopi siap minum.Pameran ini menjadi salah satu kesempatan bagi AOI untuk memperkenalkan produk-produk organik anggota AOI yang tersebar di seluruh Indonesia. Terlihat para pengunjung sangat antusias berdiskusi dengan para supplier mengenai produk-produk organik yang ditampilkan. Untuk pasar Inggris terbuka peluang yang besar untuk produk turunan seperti chips, juga untuk produk salak, kopi dan gula semut.

Event ini dihadiri oleh para calon pembeli, food blogger dan pemerhati pertanian organik lainnya. Dalam pameran yang digelar di Marriott Hotel County Hall, London, itu, juga terdapat demo masak, serta acara bincang-bincang yang menampilkan pembicara yaitu CEO Javara Helianti Hilman, ahli gizi Vita Dikaryanto, dan Chef Budiono. Helianti Hilman menyampaikan peningkatan pasar pangan organik penting untuk melindungi kekayaan ragam produk organik dan pengembangan kapasitas dari farmpreneurship petani Indonesia. Melihat antusias para pengunjung, dapat dipastikan bahwa permintaan produk organik akan semakin tinggi dan peluang ekspor dari Indonesia pun semakin terbuka.

Katalog Produk Organis 2019 Khusus (non Anggota)

Aliansi organis Indonesia, kini mengeluarkan katalog produk organis 2019
katalog ini merupakan data produk anggota AOI

Untuk kalian (bukan anggota) yang ingin melihat produk-produk apa saja yang ada dalam katalog, kami sudah siapkan file nya dalam bentuk pdf , di bawah link berikut ini

Dan untuk anggota yang sudah berpartisipasi dalam mengisi katalog ini, akan segera kami kirimkan media cetak nya

Telah terbit! Majalah ORGANIS – Edisi 47

Salam ORGANIS,
Majalah ORGANIS edisi 47 kembali menyapa para pembaca setia, dengan topik bahasan mengenai isu kedaulatan pangan di tengah gempuran sekaligus godaan industrialisasi pertanian yang secara masif. Singkat kata, selamat menikmati sajian kami kali ini di tautan berikut :
Terima kasih.

Nb: Masukan berharga juga kami harapkan dari Anda, pembaca setia Majalah ORGANIS. Untuk itu kami berharap pembaca berkenan untuk merespon dalam kolom komentar dibawah ini.
Terima kasih sudah berbagi.***

AOI hadir dan terlibat dalam “Kegiatan updating perkembangan pertanian organik Indonesia serta menjaring masukan untuk Otoritas Kompeten Pangan Organik (OKPO) kedepannya”

AOI hadir dan terlibat dalam “Kegiatan updating perkembangan pertanian organik Indonesia serta menjaring masukan untuk Otoritas Kompeten Pangan Organik (OKPO) kedepannya” oleh Kementrian Pertanian Republik Indonesia – Badan Ketahanan Pangan
Kedepannya OKPO bersanding dengan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) di bawah Badan Ketahanan Pangan (BPK) menjadi salah satu bahasan di pertemuan tersebut.
#aoi
#aliansiorganisindonesia
#indonesiaorganicalliance
#organikindonesia
#organicindonesia
#OKPO
#KEMENTAN
#KementanRI
#biocert
#BSN
#YLKI
#sucofindo
#controlunion
#MAL
#inofice

“Pertemuan Teknis Pengembangan Iklim Usaha Ekspor Pemasaran Produk Organik Indonesia”

Aksi Kemendag RI yang merangkul seluruh stakeholder dalam memajukan pertanian organik di Indonesia terwujud dalam kegiatan : “Pertemuan Teknis Pengembangan Iklim Usaha Ekspor Pemasaran Produk Organik Indonesia” – Direktorat Kerja Sama Pengembangan Ekspor – Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional
Bogor, 26 Juli 2018
#organicproduct
#AOI
#aliansiorganisindonesia
#indonesiaorganicalliance
#organicindonesia
#biocert
#profilmitraabadi
#indonesiatowardo[u]rganic
#KemendagRI
#KementanRI
#KemenperinRI

Pertanian organik untuk pengurangan dampak perubahan iklim. Kerjasama Yapidi – AOI

Selain @stevanus_wangsit dari Badan Pelaksana AOI, Sdri. @apni_olivia (Siantar Sehat Farm) yang merupakan anggota AOI turut menjadi narasumber untuk petani dampingan Yapidi di Sumatera Utara.
#climatechange
#globalwarming
#yapidisumaterautara
#yapidi
#AOI
#aliansiorganisindonesia
#organicindonesia
#organikindonesia
#siantarsehatfarm
#siantarsehat

Kabar “PAMOR Sumatera Utara”

PAMOR telah berkembang selama 10 tahun dan sudah berkembang di beberapa wilayah seperti JATIM, JABAR, JATENG, dan DIY. Lalu “bagaimana dengan wilayah lain seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali ?”. Hal ini menjadi tantangan bagi AOI untuk terus mengembangkan sistem penjaminan alternatif di berbagai wilayah. Agar semakin banyak kelompok tani yang mengaplikasikan PAMOR. salah satu kegiatan yg dilakukan yaitu sosialisasi PAMOR di Petrasa dan dampingannya.. AOI sebagai inisator terbentuknya PAMOR akan akan support semua pihak yang (akan) mengembangkan PAMOR.
Dan yang menjadi tantangan “Sudahkah anda mengembangkan PAMOR ???” #kerjasama BP AOI dg anggota AOI di Sumatera Utara (BITRA)
#PAMOR
#pertanianorganik