Urban Lens: Capturing the City’s Soul

This photography portfolio is a deep dive into urban landscapes, capturing the soul of the city through the lens. It features a collection of images that portray the city’s dynamic energy, architectural marvels, and the candid moments of its inhabitants. Each photograph is a narrative of the urban experience, showcasing the photographer’s ability to find beauty in the everyday.

The collection also explores the contrast between the bustling streets and the quiet, unnoticed corners of the city. It’s a celebration of urban life, highlighting the diversity, culture, and vibrancy that make each city unique.

Sentra Sayuran Organik Resmi Dibuka

Warta Volare edisi 3 Desember 2014
Pontianak – Inovasi untuk pengembangan masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kota Pontianak. Seperti yang dilakukan Kelurahan Parit Mayor, Kecamatan Pontianak Timur dengan mendirikan Sentra Sayuran Organik yang secara resmi dibuka oleh Wakil Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono Minggu Pagi (30/11).
Sentra sayuran organik bertempat di Jalan Tanjung Raya 2 Komplek Villa Sejahtera Borneo 3 ini merupakan hasil kerjasama antara Kelurahan Parit Mayor dengan Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kota Pontianak.
Wakil Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memberikan apresiasi pada Kelurahan Parit Mayor dan seluruh masyarakat yang telah mensukseskan pendirian sentra sayuran organik. “Kita sangat mengapresiasi kegiatan inovasi kelurahan seperti ini, manfaatnya sayuran organik ini jelas sangat baik untuk kesehatan. Selain itu nantinya juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ungkap Edi.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan terutama di halaman rumah masing-masing. “Masyarakat bisa belajar bercocok tanam sederhana di sentra sayuran organik ini untuk nantinya bisa diterapkan di rumah masing-masing,” jelasnya.
Lurah Parit Tokaya, Marhaeni berharap dengan adanya sentra sayuran organik ini bisa menjadi suatu terobosan di masyarakat. “Kami sangat berharap masyarakat bisa berpartisipasi aktif dalam mengembangkan dan memajukan sentra sayuran organik ini,” ujar Marhaeni.
Ia menjelaskan sentra sayuran organik ini didirikan dengan alasan kesehatan serta pemberdayaan masyarakat. “Kami melihat masyarakat di kawasan Parit Mayor ini masih banyak yang bercocok tanam, sehingga sentra ini kami rasa cocok untuk dikembangkan,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kota Pontianak, Hidayati menyambut baik adanya sentra sayuran organik ini. “Ini merupakan suatu kegiatan yang sangat positif, banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan disini mulai dari bercocok tanam, pengolahan pupuk organik dari sampah bahkan diharapkan bisa terjadi kegiatan ekonomi disini,” harapnya.
Ia berharap sentra ini harus terus berkesinambungan, jangan sampai berhenti sampai beberapa kali panen saja. “Potensi ekonomis sayuran organik ini sangat besar, semoga ini bisa dijaga keberlangsungannya,” ungkap Hidayati. (sis)
Sumber:
http://www.volarefm.com/2014/12/sentra-sayuran-organik-resmi-dibuka/

Sentra Sayuran Organik Resmi Dibuka

Warta Volare edisi 3 Desember 2014
Pontianak – Inovasi untuk pengembangan masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kota Pontianak. Seperti yang dilakukan Kelurahan Parit Mayor, Kecamatan Pontianak Timur dengan mendirikan Sentra Sayuran Organik yang secara resmi dibuka oleh Wakil Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono Minggu Pagi (30/11).
Sentra sayuran organik bertempat di Jalan Tanjung Raya 2 Komplek Villa Sejahtera Borneo 3 ini merupakan hasil kerjasama antara Kelurahan Parit Mayor dengan Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kota Pontianak.
Wakil Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memberikan apresiasi pada Kelurahan Parit Mayor dan seluruh masyarakat yang telah mensukseskan pendirian sentra sayuran organik. “Kita sangat mengapresiasi kegiatan inovasi kelurahan seperti ini, manfaatnya sayuran organik ini jelas sangat baik untuk kesehatan. Selain itu nantinya juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ungkap Edi.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan terutama di halaman rumah masing-masing. “Masyarakat bisa belajar bercocok tanam sederhana di sentra sayuran organik ini untuk nantinya bisa diterapkan di rumah masing-masing,” jelasnya.
Lurah Parit Tokaya, Marhaeni berharap dengan adanya sentra sayuran organik ini bisa menjadi suatu terobosan di masyarakat. “Kami sangat berharap masyarakat bisa berpartisipasi aktif dalam mengembangkan dan memajukan sentra sayuran organik ini,” ujar Marhaeni.
Ia menjelaskan sentra sayuran organik ini didirikan dengan alasan kesehatan serta pemberdayaan masyarakat. “Kami melihat masyarakat di kawasan Parit Mayor ini masih banyak yang bercocok tanam, sehingga sentra ini kami rasa cocok untuk dikembangkan,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kota Pontianak, Hidayati menyambut baik adanya sentra sayuran organik ini. “Ini merupakan suatu kegiatan yang sangat positif, banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan disini mulai dari bercocok tanam, pengolahan pupuk organik dari sampah bahkan diharapkan bisa terjadi kegiatan ekonomi disini,” harapnya.
Ia berharap sentra ini harus terus berkesinambungan, jangan sampai berhenti sampai beberapa kali panen saja. “Potensi ekonomis sayuran organik ini sangat besar, semoga ini bisa dijaga keberlangsungannya,” ungkap Hidayati. (sis)
Sumber:
http://www.volarefm.com/2014/12/sentra-sayuran-organik-resmi-dibuka/

Organis Edisi 34/Th.11 (April-Juni 2014)

Pertanian Organis Itu, Simbiosis Mutualisme
Melihat berbagai keuntungan baik untuk masyarakat sebagai petani maupun konsumen organik dan lingkungan hidup, maka perlu terus digalakkan penyadaran terhadap komunitas petani dan konsumen organik tentang fungsi dan manfaat pertanian organik baik dari segi ekonomi, ekologi maupun mitigasi dan perubahan iklim, sehingga masyarakat meningkatkan partisipasi dalam mengembangkan pertanian organik. Bagaimana simbiosis mutualisme (hubungan yang saling menguntungkan) antara lingkungan hidup, keanekaragaman hayati, pertanian organik dan masyarakat di dalamnya? Simak selengkapnya dalam Organis Edisi 34
http://issuu.com/aoi-2002/docs/isi_organis_34_2014/0

Kualitas Ekspor, Buah Naga Organik Buleleng Minim Dukungan

DENPASAR, BALIPOST.com-Bali memiliki salah satu komoditi organik yang layak menembus pasar luar negeri. Komoditi itu, buah naga yang dikembangkan di wilayah Buyan, Buleleng. Selain berkualitas ekspor, buah naga tidak mengenal musim.
“Kalau lahan kering, bahan organiknya harus bagus. Saat ini bahan organik masih kurang. Ini yang mesti digalakkan,” kata Ketua BOA, Dr. Ni Luh Kartini, Selasa (18/3).
Sayangnya, pengembangkan tanaman organik ini benyak terganjal kendala. Padahal, respon masyarakat sangat bagus. Dia berharap, pemerintah mendukung gerakan pertanian organik. Seperti, perkebunan buah naga di Buyan, Buleleng. Mestinya dikembangkan hingga mampu ekspor. Pasalnya buah naga organik berkualitas ekspor. “Saat ini baru pemenuhan kebutuhan Bali. Di Buyan ada perkebunan buah naga seluas  puluhan hektar. Selain itu, pohon naga tidak mengenal musim,” tegas dosen Fakultas Pertanian Unud ini. (ngurah/balipost)
http://balipost.com/read/headline/2014/03/19/7422/kualitas-ekspor-buah-naga-organik-buleleng-minim-dukungan.html