Majalah Organis 47

Halo semuanya majalah organis edisi 47 sudah terbit

Pada kali ini majalah organis edisi 47 ini membahas tentang Primadona konsumen organik di Eropa, Pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan, menatap asa dari petani di Sangihe, pemanfaaatan HHBK di kawasan hutan taman nasional ujung kulon dan masih banyak lagi

Tepat pada tanggal 16 Oktober kemarin kita telah memperingati hari pangan sedunia, dan sehari sebelumnya adalah peringantan perempuan pedesaan. Sebuah rangkaian yang sangat luar biasa karena pada saat bersamaan pemerintahan memperhatikan perempuan, pangan dan penghapusan kemiskinan.

Pada terbitan majalah organis 47 ini , tak terasa kita sudah hampir melewati tahun 2018, berbagai hal telah kita lakukan dan banyak pula yang telah kita capai, namun masih banyak lagi upaya yang harus dilakukan.

semoga dengan terbitnya majalah organis 47 ini, dapat memberikan kalian informasi tambahan seputar perkembangan pertanian organik di Indonesia (khususnya yang dilakukan oleh anggota-anggota AOI diberbagi daerah di Indonesia)

PAMOR : Bentuk Penjaminan Bersama yang Terpercaya

Produk organik selalu dikaitkan dengan sebuah penjaminan, bagaimana tidak banyaknya pertanian yang masih menggunakan kimia buatan membuat banyak komunitas pecinta organik ingin melindungi keaslian atau keorganikan produk yang mereka konsumsi.

PAMOR menggunakan sistem penjaminan PGS yang dimana setiap orang yang terlibat akan saling menjaga kualitas keaslian, dan setiap orang memiliki tanggung jawabnya sendiri.

PAMOR di SUMATRA UTARA

Saat ini PAMOR sudah terbentuk di banyak provisi, contohnya di Sepanjang pulau Jawa, Pulau Sumatra dan lainnya. PAMOR dibentuk untuk mewakili tiap daerah maka tidak tidak menuntut kemungkinan jika PAMOR terus berkembang dan semakin dipercaya oleh banyak konsumen, makan sertifikasi PAMOR (PGS) ini akan menjadi metode sertifikasi yang sangat baik, selain dari segi biaya maupun dari segi organisasinya.

Karena pembentukan PAMOR ini guna untuk saling mengingatkan, saling berhubungan , saling berkembang dan saling membantu untuk meluaskan pasar dan kepercayaan konsumen atas penjaminan.

Diskusi Kebijakan Pertanian Organik di Bina Desa

Selama hampir satu tahun belakangan ini, sebagian besar energi bangsa telah teralokasikan pada proses politik lima tahunan. Pemilu. Diskursus mengenai hal-hal lain sepertinya tidak mendapat ruang yang memadai dalam berbagai media.

Akan tetapi para penggiat organik senantiasa bergerak. Menata produksi, menggerakkan system penjaminan alternative, mengembangkan pasar dan mencermati kebijakan pertanian dan pangan. Seperti yang Aliansi Organis Indonesia lakukan bersama LIPI, Universitas Atmajaya dan Lembaga lainnya dalam mengadakan riset tentang makalah kebijakan pertanian organik di Indonesia.

Pada saat ini AOI mengadakan pertemuan diskusi bersama di kantor Bina Desa, dengan pelebaran sayap dengan membentuk sebuah koalisi nasional agar hasil riset bersama ini dapat dikembangkan lebih luas dan dapat dikaji bersama tetang point-point penting seperti kemana arah pertanian organik Indonesia.

Pembukaan pada diskusi kebijakan ini dilakukan oleh tim advokasi AOI yaitu mas lodzi yang selanjutnya di teruskan oleh pihak Bina Desa, sedangkan pembahasan isi dalam riset makalah kebijakan pertanian organik

Banyak hal yang dibahas pada makalah kebijakan pertanian organik ini, salah satu contohnya adanya pembahasan tetang program dari pemerintah “1000 desa organik” atau program pada rezim sebelumnya yaitu “Go Organic” .

Kesehatan pangan dan kedaulatan petani juga disinggung pada riset makalah kebijakan pertanian organic ini, mengingat pelaku pertanian di Indonesia di dominasi oleh lansia-lansia, dengan mengangkat tren pertanian organik diharapkan juga adanya keinginan generasi muda milenial untuk turut terjun sebagai petani tidak hanya sebagai trader dan penyedian akses pasar saja.

Bersama-mana dengan para pelaku pertanian organik, pada diskusi di Bina Desa ini, mereka sepakat untuk memperluas agar terbentuk menjadi sebuah koalisi Nasional.

Katalog Produk Organik 2019

Banyak sekali konsumen organik yang ingin mengetahui produk-produk organik apa yang banyak tersebar di wilayah mereka, karena pada umumnya produk organik yang mereka ketahui hanya seputar buah dan sayur saja.

Katalog produk organik ini di rilis oleh AOI berdasarkan dari data anggota-anggota yang telah mengiri produksi mereka , walaupun katalog produk ini belum dikatakan sebagai versi full, setidaknya banyak anggota AOI yang antusias mengirim data produk mereka, berikut dengan informasi seputar penjaminan yang telah dilakukan.

Harapannya dengan katalog produk organik ini ada, konsumen, trader ataupun anggota AOI yang ingin saling bekerja sama dalam mengsejahteraan dapat dengan dipermudah. Pasalnya sering kali trader yang menjual kekurangan ataupun memerlukan produk organik lain sebagai sondingan produk yang akan ditawarkan kepada calon konsumen.

Fungsi lain dari katalog ini juga sebagai database, produk apa saja yang telah melakukan penjaminan organik dan tersebar di daerah mana saja produk tersebut diprduksi.